Fierceness and Bite: Honoring the Details of Our Lives

Kelsey Horton

“We are important and our lives are important, magnificent really, and their details are worthy to be recorded. This is how writers must think, this is how we must sit down with pen in hand. We were here; we are human beings; this is how we lived. Let it be known, the earth passed before us. Our details are important. Otherwise, if they are not, we can drop a bomb and it doesn’t matter.” – Natalie Goldberg

I recently started writing a piece to submit to someone else’s blog – a “Dear Dancer” letter directed at young ballerinas.

I sauntered jazzily down grey dance floors & performed onstage as a dancer for 13 years, and I learned some things along the way. This letter was not going to be about how to point your toes or tantrum your way into a starring role – it would be brimming with guidance…

Lihat pos aslinya 635 kata lagi

Anak

Setiap orang yang sudah sepakat untuk membentuk keluarga pasti mengharapkan dan mendambakan yang namanya anak.
Ada pasangan yang setelah menikah tidak perlu menunggu waktu yang lama sudah mendapatkan tanda akan hadirnya anak dalam keluarga mereka. Namun ada juga yang harus menunggu beberapa waktu dan ada yang menunggu dalam waktu yang lama.

Sering yang tidak sabar menunggu mengambil tindakan tertentu supaya dapat memiliki anak. Berbagai usaha dilakukan. Ada yang minum obat-obatan dari medis ada juga yang non medis. Ada yang melakukan diet sehat demi mendapatkan seorang anak. Ada juga yang melakukan ritual-ritual tertentu dengan niatan mendapatkan seorang anak keturunan sendiri.

Ada juga yang berusaha dengan mengadopsi anak dari keluarga sebagai ‘pancingan’ demi hadirnya seorang anak.

Dalam kehidupan keluarga ada juga keluarga yang mendamkan anak yang lebih dari satu orang. Namun karena kondisi tertentu karena sakit maka hanya bisa melahirkan seorang anak.

Yang menyedihkan adalah ketika sebuah keluarga yang dibentuk tidak dengan matang adalah lahir seorang anak namun ada dari orang tuanya yang tidak mau mengakui bahwa itu anaknya. Nampak tidak masuk diakal saya secara pribadi namun belajar mengerti bahwa hal itu dilakukan dengan sebuah alasan yang mungkin sudah dipikirkan dengan baik *berharap.

Anak adalah anugrah. Anak adalah titip Yang Kuasa untuk dijaga, dirawat dan dipelihara dengan baik. Tumbuh kembang yang diperhatikan dari hari kehari.

Ingat bahwa anak itu anugrah yang diberikan sesuai dengan waktuNya.